Homeshake Jakarta: Sajian Berujung Sendi Melemas

Di awal 2018, musikus luar negeri bergantian menggelar pentas di Indonesia. Setelah beberapa pekan lalu, publik musik Tanah Air kedatangan bintang pop mantan pentolan Oasis, Liam Gallagher yang angkuh itu. Kali ini saya berkesempatan untuk menyambangi gelaran tur grup musik yang akan membuat tempurung lutut sedikit bergoyang. Nama yang dimaksud yakni Homeshake asal Montreal, Kanada. Tur tersebut berjalan pada Jumat (19/1) lalu.Mereka adalah band yang mengusung lo-fi/indie pop dengan bumbu RnB yang dibentuk oleh seorang Peter Sagar, mantan pemain gitar untuk gerbong musikal si slack boy Mac Demarco.

Kedatangan Peter Sagar bersama bandnya merupakan salah satu rangkaian tur Homeshake untuk kawasan Asia di awal 2018. Sebelumnya, mereka sudah melakukan pentas di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok serta Taiwan. Setelah Jakarta, keesokannya mereka lantas terbang ke Bangkok dan melakukan pertunjukan disana.

Jumat siang saya pun bergegas menuju ibukota dari Bandung bersama beberapa rekan guna menonton konser yang digagas oleh kolektif Studiorama dan Noisewhore tersebut. Kami pun tancap gas menuju gedung Rossi Musik daerah Fatmawati Jakarta Selatan. Sempat tersesat karena terlewat satu belokan ketika berada tol dalam kota, kami dibuat bingung sekaligus panik di daerah timur Jakarta. Akhirnya masalah itu terselesaikan berkat bantuan aplikasi perjalanan, all hail Waze!

Hampir tepat pukul empat sore kami tiba di Rossi. Saya pun bergegas untuk registrasi  peliputan pementasan tersebut. Prosesnya sederhana dan cepat mengingat keadaan gedung yang masih sepi. Setelah registrasi, kami menyempatkan untuk nangkring di kedai burger yang tengah menjadi buah bibir di daerah Kemang Selatan untuk mengisi perut yang keroncongan sembari menunggu konsernya dimulai pada malam harinya.

Setelah konser dimulai, saya bertemu dengan beberapa rekan media yang kebetulan meliput helatan tersebut. Kami melakukan sejumlah ritual klasik penikmat musik, seperti celotehan salah satu teman, “Nggak asik kalo sober!”. Ritual selesai, mari menapaki konser!

Saya disambut oleh lantunan mellow psikedelia dari pendatang baru Jakarta bernama Plural. Nampak mereka tengah memainkan dua lagu terakhir. Penonton belum terlalu ramai, buktinya AC pada ruangan itu pun masih terasa. Setelah penampil pertama mengumumkan lagu terakhirnya, tampak raut dan sikap penonton biasa saja terhadap mereka. Penampil kedua langsung bersiap setting alat. Penonton mulai masuk sembari menenteng gelas anggur dingin hasil transaksi Mondo cafe tepat di depan pintu venue. Seketika musik khas electro pop melantun naik. Giliran biduanita berparas menawan, Rayssa Dynta naik ke atas panggung. Saya seperti menyaksikan Raisa Andriana dan sang nona, Aprilia Apsari tergabung menjadi satu. Rayssa cukup sukses menghipnotis penonton khususnya lelaki. Hingga akhirnya lagu andalannya “Something About Us” dibawakan.

Setelah Rayssa Dynta turun, area panggung pun sibuk dengan persiapan penampilan Peter Sagar bersama bandnya. Saya memilih untuk keluar gedung untuk mencari udara segar sambil menikmati beberapa batang sigaret kretek. Mengingat di dalam sangat panas beringsang. Saya menyempatkan untuk mampir ke Mondo, tampak suguhan pesta anak muda tengah menikmati musik lo-fi dari DJ set yang terpasang. Chill! Menghampiri bar, dan memesan satu botol Intisari dengan tiga kali lipat harga normal, lalu kembali ke venue sembari berusaha untuk tidak menyesal.

IMG_9641

Homeshake akhirnya naik panggung dan memainkan set. Penonton bergoyang santai menikmati intro yang membuat sendi otot lemas. Berbeda dengan dua penampil sebelumnya, penonton saat ini sangat berdesakkan dan tentunya berkeringat. Celotehan sarkas keluar dari mulut Peter ketika panitia sibuk melemparkan botol air mineral ke tengah penonton yang kehausan saat lagu berlangsung.”That’s so funny hah!” tegurnya pelan.

 Untungnya saya berada tepat di pinggir panggung.  Peter Sagar cs membawakan lagu dari album terbarunya yang bertajuk Fresh Air. Penonton ikut bernyanyi di beberapa lagu seperti “Call Me Up” dan “Every Single Thing”. Unik mereka pun sempat bersenandung mengikuti iringan lead gitar Peter pada lagu “Give It To Me” dari album Midnight Snack yang dirilis tahun 2014 silam. Terdengar teriakan “I love you Peter!” dari penonton wanita lepek yang histeris lantas Peter membalasnya, “I love you too guys!”

Penampilan Homeshake berakhir, teriakan encore dari penonton rupanya tidak dikabulkan oleh Peter dan kolega. Ia hanya menggelengkan kepala. Mengingat mereka harus langsung terbang menuju Bangkok untuk menggenapi destinasi turnya. Penonton terpaksa harus puas dengan ending antiklimaks dari konser tersebut. Mereka pun turun dan langsung keluar melewati penonton sambil sedikit melakukan ramah tamah. Tidak lama seluruh penonton ikut mengantri keluar venue.

Foto: Java Anggara