Pond Live In Jakarta (2017): Bebunyian yang Berayun

Duo Neil Albrock dan Jay Watson setidaknya telah memberi kontribusi dari seperempat dari hidup mereka untuk komplotan Tame Impala serta karya-karya monumentalnya, terutama kantung album bernama Innerspeaker (2010). Apalagi Jay, pria berpostur jangkung yang masih mengisi denyut nadi sekaligus sel untuk grup asal kota Perth, Australia hingga kini. Jangan lupa si jenius Kevin Parker, penyanyi sekaligus otak utama yang telah membukakan gerbang kancah musik psikedelik jadi lebih berwarna dan cenderung pop di kalangan anak hari ini.

Namun, dua nama yang disebutkan di awal rupanya masih menyuplai zat-zat teler untuk proyek awal mereka bernama Pond, terutama Neil yang sudah tak lagi menukangi Tame Impala.  Kevin juga sempat berkiprah sebagai pemetik gitar, sebelum kini lebih condong sebagai produser untuk band bentukan tahun 2007 ini.

Bila berbicara istilah psikedelik, berikanlah tempat yang sesuai agar halusinasi sanggup menjalankan tugasnya. Zat masam yang bergentayangan di sekujur tubuh, ditambah bebunyian dari musik, lalu menjadi suntikan yang menunjang. Pond cukup berhasil mendorong hasrat teler tersebut kepada muda-mudi, di Jakarta, Minggu 26 November 2017 silam. Sonic Live Asia sebagai pihak promotor, mampu mendaratkannya demi melancarkan destinasi terakhir dari tur album studio mereka yang ketujuh, The Weather.

Bagi Jay, Indonesia dapat dibilang adalah kali pertama dirinya pentas sebagai anggota Pond. Sehari sebelumnya, tepat saat melakukan jumpa pers, dia begitu senang dengan atmosfer Indonesia. “Saya bilang ke mereka semua bahwa tampil di Jakarta begitu menyenangkan, kami juga terpikat dengan kota ini serta orang-orangnya,” katanya.

Ia melanjutkan singkat, ”Kami sudah menyiapkan sesuatu yang spesial juga untuk penggemar di Indonesia, secara konser ini akan mengakhiri tur Asia 2017 kami. Konser ini bakal bagus sekali, saya janji.”

Kota Jakarta termasuk dalam destinasi tur kawasan Asia dari band yang sudah mengumpulkan tiga buah album penuh ini. Setelah sebelumnya Tokyo, Hongkong, Taiwan, Bangkok, Kuala Lumpur dan Singapura menjadi pijakan perkenalan album yang rilis 5 Mei 2017 silam di bawah naungan label Marathon Artist. Pertunjukannya sendiri ditempatkan di sebuah ballroom luas bernama The Pallas yang berada di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Sebelum beranjak melihat Pond lebih dekat, aksi dibuka oleh .Feast, satu dari sekian banyak stoner/art rock asal ibu kota yang tengah hangat diperbincangkan. Sebagian materi dari album Multiverses dibubuhkan sebagai repertoar, ditambah menggubah ulang lagu milik King Crimson berjudul “21st Schizoid Man”.

.Feast hanya diberi durasi sekitar 20 menit. Sekelebat, terlihat salah satu kru yang memberi isyarat bahwa mereka harus segera turun dari podium The Pallas. “Ini lagu terakhir kami, ‘Kelelawar’. Setelah ini, kita langsung menonton Pond bersama-sama. Saya juga sudah tidak sabar,” kata Vokalis Baskara Putra.

Komplotan Pond berisi Neil Allbrock, Jay Watson, Shiny Joseph Ryan dan Jamie Terry baru naik ke atas pentas pada pukul setengah 10 malam. Dikarenakan The Weather adalah fokus utama turnya ini, mereka lantas membawakan set awal dengan nomor “30.000 Megatons” yang bernuansa cukup druggy. Kemudian bulu kuduk menjadi gelisah karena “Sweep Me Off My Feet” yang merentet. Semangat mereka tetap terjaga di “Elvis’ Flaming Star”, begitu pun “Waiting Around For Grace” yan ditunggu oleh para penggemarnya hari itu.

Lebih lanjut, repertoar diteruskan dengan lagu-lagu semacam “Zen Automaton”, “Sun and Sea and You”. Kala ”Paint Me Silver” dan “Sitting Up on Our Crane” menggenangi seisi venue, sontak para penonton bersorak sebab sebagian besar menyanyikannya dengan nyaring, begitupun ketika “Giant Tortoise” hingga hit “Man It Feels Like Space Again.”

Foto: Dokumentasi Sonic Live Asia

Karel Trinov

Baba Babi Bubuk