Kelompok Penerbang Roket – Teriakan Bocah (Berita Angkasa, 2015)

Cover Artwork Kelompok Penerbang Roket - 'Teriakan Bocah'

Komposisi sengit rock khas tanah air yang membandel.

Oleh: Karel

Satu rilisan penting tahun ini hadir dengan bebunyian rock khas Indonesia pertengahan tahun 70an atau dimana musik yang berorientasi cadas di era itu begitu membahana tajam. Kali ini datangnya dari kemasan padat bernama Teriakan Bocah yang dituai oleh Kelompok Penerbang Roket. KPR begitu biasa disingkat adalah trio hard rock asal Jakarta yang dihuni pemuda bengal yakni John Paul Patton alias Coki (vokal/bas), Rey Marshall (gitar, vokal latar), dan Viki Vikranta (drum, vokal latar). Mereka bertiga berhasil merangkum album perdananya kali ini begitu matang dan apik. Prestasi yang patut diacungi dua jempol untuk ukuran band yang baru berusia empat tahun.

Secara keseluruhan raungan gitar dan getaran drum nan atraktif masih didominasi oleh pendekatan leluhur rock klasik macam Led Zeppellin, Jimi Hendrix dan The Who diselingi sentuhan psikadelik yang purba. Tetapi yang menjadi poin penting disini yakni seluruh lagu yang berada di Teriakan Bocah ditulis dengan bahasa ibu mereka sendiri yaitu Indonesia. Pastinya bukan lirik abal-abal atau kasarnya butut, malah sajian penuh pesan nyeleneh dan kemarahan ala anak-anak badung yang berotak cerdas. Pengaruh pesan atau lirik yang sangat menyentuh kehidupan sehari-hari sampai kritik sosial membuat memori kita terbawa ke ranah rock tanah air 35 sampai 40 tahun kebelakang. Dimana ‘kenakalan’ para rocker gaek macam Godbless, AKA, Duo Kribo, Panbers, dan Deddy Stanzah ketika itu malah menjadi inspirasi di kemudian hari termasuk KPR sendiri.

‘Anjing Jalanan’ merupakan trek pembuka yang begitu mengejutkan dengan gebrakan vokal Coki yang menyambar kasar dan mempunyai kisah tentang orang-orang yang terbiasa hidup keras di jalanan. Lalu kebingungan mereka terhadap kebebasan di lagu ‘Dimana Merdeka’ yang disuguhkan sangat rock n roll dan bengal. Sajian instrumental ‘Cekipe’ yang dikuasai penuh permainan gitar yang heavy nan bluesy, kerapian bass section, serta pukulan drum yang amat groovy menjadi jembatan mengasyikkan menuju empat trek kedepan. Sebuah tembang mempertanyakan keberadaan hidup yang diawali dengan psikadelia memabukkan, menjadi awalan untuk lagu berjudul ‘Tanda Tanya’ yang terasa sekali nuansa folk rock. Tetapi ditengah-tengah lagu tersebut kita malah menemui liukan prog rock yang memukau.

Keganasan dan kucuran keringat tetap menjadi santapan lezat dan memikat, ketika ‘Beringin Tua’ yang menjebak KPR menghajar kita semua dengan rentetan refrain marah yang repetitif. Bunyi heavy rock segar dalam lagu yang judulnya cukup ngeri tapi nyata, ‘Target Operasi’ menjadi sebuah esensi dan identitas KPR yang dikenal bandel. Intermezzo sedikit, terkait lagu ini ada fakta bahwa salah satu dari mereka merupakan mantan napi. Sebut saja Rey yang telah dua kali merasakan dinginnya kamar prodeo karena mariyuana. Teriakan Bocah akhirnya ditutup dengan single jagoan yang berdurasi cepat bertitel ‘Mati Muda’, yang sesegera mungkin menggampar muka ataupun menghantam bokong kalian sekalipun.

Foto: Berita Angkasa Recs doc.

Redaksi

Kirim karya tulisan Anda tentang musik atau aspek-aspek yang berkaitan dengan hal tersebut ke e-mail: redaksi.surnalisme@gmail.com dengan mencantumkan nama serta penjelasan singkat tentang diri Anda. Tulisan akan disebar dalam situs serta kanal-kanal media sosial kami. Tabik! :)