Akhir Juni, Refused Lepas “Freedom”

Sebagai pemanasan, sebuah video “Dawkins Christ” yang penuh lirik ironik ditampilkan, setelah Mei kemarin mengejutkan fans dengan klip “Elektra”.

Refused Cover

Eksponen hardcore punk legendaris asal Swedia, Refused segera melepas album penuh terbarunya dengan tajuk Freedom di 30 Juni mendatang. Lewat payung label ternama Epitaph Records, grup yang terbentuk sedari 1991 ini akan memuat 10 buah trek setelah hampir terhitung 17 tahun lamanya tak pernah menggelontorkan rilisan penuh. Terakhir, tepatnya di tahun 1998, album paling fenomenal dan influensial di karir bermusik mereka, yakni The Shape Of Punk To Come menjadi buah paling manis di kancah musik ekstrim dunia terutama bagi para hardcore kids dan punk rocker era 90-an. Sebelum secara resmi mengeluarkan Freedom ke khalayak, Refused terlebih dulu melepas dua buah single yang dibalut dalam video klip, pertama yakni Elektra yang sangat mengejutkan para fans mereka di bulan Mei lalu dan kini Dawkins Christ.

Khusus di single Dawkins Christ, kelompok besutan vokalis nyentrik Dennis Lyxzen, gitaris Kristofer Steen, pembentot bass Magnus Flagge, dan penggebuk drum Davis Sandstorm ini menjelaskan titel ini mengacu pada cerita ahli biologi evolusioner atheis bernama Richard Dawkins, dimana dirinya terinspirasi dengan sosok “Juru Selamat (Messiah)”. Lantas dapat dibilang kisah ironis ini menjadi acuan bagi Refused dalam menuliskan lirik, sama seperti yang dilakukan oleh Slayer pada album Reign In Blood. Dalam penggambaran klipnya pula terlihat bagaimana mereka mengambil adegan-adegan film propaganda di tahun 60-an yang merujuk seperti karya dari sutradara maupun komposer yang senantiasa memproduksi berbagai macam film bersifat sci-fi, horror, thriller hingga surealis, macam Hans Zimmer dan Ennio Morricone.

Dennis Lyxzzen sebagai frontman dari band yang tumbuh di scene hardcore/punk kota kecil Umea ini menampik bahwa Freedom bukanlah ajang reuni lagi bagi mereka berempat. Malah seperti yang dikutip dalam situs musik ekstrim, blabbermouh.net, “Ini merupakan pencapaian paling radikal yang pernah kami buat, tentunya dalam menggarap musik sekaligus liriknya,” ujar lelaki kaukasoid yang memiliki beberapa proyek musik lain seperti The (International) Noise Conspiracy, AC4 maupun INVSN ini.

Sementara sang drummer David Sandstorm yang pernah merangkap menjadi penyumbang melodi pada gitar di tujuh tahun awal perjalanan Refused berucap bahwa album keempatnya ini bukanlah sesuatu yang seharusnya dibesar-besarkan, “karena tidak ada seorang pun yang ingin merasakan karya seseorang hanya dilihat dari sebatas citra dimana ia telah melahirkan album hebat dan membagikannya.”

FYI, nantinya Freedom akan dilepas dalam format CD maupun vinyl dan akan dikemas beserta booklet spesial yang berisikan 28 halaman dan juga sebuah poster ekslusif dengan jumlah terbatas. Selain itu rencananya juga sampul album akan dilabeli cap berwarna emas. Pengerjaan album penuh keempat ini, mereka percayakan kepada seorang Nick launay sebagai produser handal yang sebelumnya pernah menangani album dari Arcade Fire, Kate Bush, dan Nick Cave. Sementara itu, dua buah lagu yakni Elektra—single andalannya sampai sejauh ini—dan 366 dipegang oleh tangan dingin Shellback, produser penghasil album pop papan atas dari Taylor Swift, Britney Spears, hingga Pink.

Sebelum menatap Freedom, Refused telah menelurkan tiga buah studio album yaitu “This Just Might Be… the Truth (1994)”, “Songs To Fan The Flames of Discontent (1996)”,  dan “The Shape Of Punk To Come (1998)”, begitu pula satu buah DVD dokumenter dengan titel “Refused Are F**king Dead” di tahun 2010. Pencapaian yang cukup luar biasa yakni, album fenomenal “The Shape Of Punk To Come” diganjar oleh salah satu majalah musik asal Inggris, Rock Sound sebagai album yang masuk dalam daftar 100 album paling berpengaruh.

“Freedom” track listing:

  1. Elektra
  2. Old Friends / New War
  3. Dawkins Christ
  4. Françafrique
  5. Thought Is Blood
  6. War On The Palaces
  7. Destroy The Man
  8. 366
  9. Servants Of Death
  10. Useless Europeans

Refused – Dawkins Christ:

 

Oleh: Karel

Foto: blabbermouth.net

Redaksi

Kirim karya tulisan Anda tentang musik atau aspek-aspek yang berkaitan dengan hal tersebut ke e-mail: redaksi.surnalisme@gmail.com dengan mencantumkan nama serta penjelasan singkat tentang diri Anda. Tulisan akan disebar dalam situs serta kanal-kanal media sosial kami. Tabik! :)