Unit New York, A Place to Bury Strangers Akan Bisingkan Jakarta

Tak butuh waktu lama bagi tiga kolektif lokal Jakarta, Studiorama, Six Thirsty Recordings dan Noisewhore untuk kembali berkolaborasi menggarap sebuah pertunjukan musisi luar negeri. Setelah medio Oktober lalu mendaratkan indie-darlings dan favorit muda-mudi asal Selandia Baru, Fazerdaze, kali ini ketiganya memutuskan berkomplot demi gerombolan rock bising/shoegaze, A Place to Bury Strangers (APTBS) yang berasal dari kota Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Konsernya sendiri akan terlaksana pada 22 Desember 2017 mendatang di Rossi Musik, bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Reno Nismara selaku pentolan Studiorama menjelaskan  latar belakang dapat mendatangkan grup yang kini dipayungi label rekaman Dead Oceans itu. “Alasan utamanya adalah ketertarikan kami terhadap band yang bersangkutan. Tiga kolektif ini sama-sama menggemari APTBS, dari musik, aksi panggung yang dijamin brutal,” ujarnya.

Cetusnya lagi melalui pesan singkat, “Status mereka sebagai band yang memekakkan telinga sampai figur Oliver Ackermann sebagai pendiri perusahaan efek pedal Death by Audio. Dan kebetulan mereka merencanakan jadwal tur di dekat sini, jadi kenapa tidak?”

Reno kembali melanjutkan, APTBS dapat terealiasasi bermain di Indonesia bukan karena pihak penyelenggara yang betul-betul ngebet. “Justru booking agent mereka, The Lullabye Factory yang kontak kami pertama kali. Mereka tanya soal kemungkinan main di sini yang di mana kami sambut dengan senang hati. Jadi tidak ada kesulitan, sejauh ini semua berjalan lancar.”

Terbentuk dari 2003, APTBS kini digawangi oleh penyanyi sekaligus pemain gitar Oliver Aukerman, pencabik bas Dion Lunadon dan pemukul drum Lia Simone Braswell. Mereka kini sudah memiliki empat katalog album penuh; A Place to Bury Strangers (2007), Exploding Head (2009), Worship (2012), dan Transfixiation (2015). Para New Yorker ini juga telah dipercaya oleh berbagai band besar untuk menjadi aksi pembuka, antara lain Nine Inch Nails, The Jesus and Mary Chain, MGMT sampai Black Rebel Motorcycle Club. Nama besar band ini telah berkembang bahkan sampai menjadi mitos tersendiri bagi kalangannya. The Washington Post bahkan pernah menyebut mereka sebagai ‘band garage/shoegaze paling memekakkan telinga yang akan pernah Anda dengar’.

Nantinya untuk penampilan di Jakarta, APTBS akan dibuka oleh dua aksi lokal, Flukeminimix asal Bandung dan Pelteras dari Jakarta. Kedua band tersebut dirasa cocok dengan karakter musik APTBS. “Kami menganggap opening acts sebagai aspek yang penting dalam acara gelaran kami. Dan sebisa mungkin, tidak nyasar secara karakter dari band yang kami datangkan,” jelas Reno lagi.

“Keduanya kami rasa memenuhi kriteria tersebut. Flukeminimix selalu tampil dengan volume yang menohok seperti APTBS,” katanya. Sementara bagi Pelteras ada kecocokan karena alasan post punk, genre musik yang juga lekat dengan APTBS.

Tiket pementasan APTBS di Jakarta dipatok seharga 150 ribu rupiah dan sudah bisa dibeli melalui tautan http://bit.ly/APTBSJKT. Segala macam ketentuan pembelian juga sudah tersedia dengan hanya menyentuh tautan tersebut.

A Place to Bury Strangers Live in Jakarta - E-flyer

Foto: Net. & Studiorama

Karel Trinov

Baba Babi Bubuk