Stereomantic Hadirkan Lagu Baru, ‘Hingga Ku Tiada’

Stereomantic, duo electro-pop asal Jakarta kembali menelurkan single teranyarnya yang berjudul “Hingga Ku Tiada”. Lagu ini dapat segera di unduh melalui iTunes mulai tanggal 21 Februari 2017.  Nomor ini diciptakan oleh Aroel tahun 2006 silam, lagu yang merupakan hadiah untuk pernikahannya kepada sang istri  bercerita mengenai dinamika relasi dan sebuah pencapaian akhir dari semua pasangan. Selain itu, lagu ini juga merupakan hadiah valentine di tahun 2017 bagi seluruh pecinta musik yang merindukan akan aransemen dan alunan vokal dari Stereomantic sebelum album ketiga mereka di rilis.

Album ketiga ini sejatinya direncanakan di rilis tahun 2016, bertepatan dengan 10 tahun keberadaan Stereomantic di kancah belantika musik. Tertundanya album ketiga mereka, dikarenakan adanya perencanaan yang lebih matang dan konsep aransemen yang berbeda dari dua album sebelumnya. Proses pengerjaan yang memakan waktu hampir satu tahun ini, menampilkan keseluruhan karya yang lebih dewasa, dikemas dalam format band yang dibantu oleh para musisi seperti dari  Pugar Restu Julian (drum), Ardi Smith (bass), Sony (flute), Seno (trumpet), dan Joely (trombone).

Proyek band ini dapat dikatakan sebagai langkah baru Aroel dan Maria dalam berkarir bermusik di Stereomantic. Dapat dilihat dari nuansa baru pada musik  mereka di lagu ini dengan memiliki misi memperkenalkan musik secara luas. Mereka seolah menegaskan bahwa karya-karyanya tidak sekadar enak diperdengarkan secara elektronik saja. Namun mampu membawa para penggemarnya untuk bersenandung. Hal ini dipertegas oleh Aroel, “Stereomantic akan memberikan nuansa dan aransemen terbaik mereka tahun ini”. Ujarnya. Selain itu, tahun 2017 juga merupakan saat yang tepat untuk kembalinya mereka dalam bermusik.

Albumnya ketiga ini akan dirilis bulan Mei, dikemas dalam bentuk double album yang bertajuk Golden Sun dan Silver Moon. Berisi 18 lagu lama yang diaransemen ulang dengan tema sentral dualisme ‘siang-malam’, ‘terang-gelap’, ‘matahari-bulan’ dan akan durepresentasikan lewat komposisi pemilhan lagu. Terbagi dalam dua cakram, sembilan lagu yang lekat di dengar ketika terang akan masuk di CD Golden Sun sedangkan sembilan lagu sisanya yang dirasa nyaman untuk dinikmati saat gelap akan masuk kedalam CD Silver Moon. Album ini sendiri dapat dipesan melalui pre-order pada tanggal yang akan ditentukan kemudian. Untuk kaset album mininya sendiri akan dirilis bertepatan dengan Record Store Day pada 22 April 2017 mendatang.  Selain itu, untuk visual tema album ini, pengerjaan digambarkan dengan ciamik oleh ilustrator Mayumi Haryanto.

Redaksi

Kirim karya tulisan Anda tentang musik atau aspek-aspek yang berkaitan dengan hal tersebut ke e-mail: redaksi.surnalisme@gmail.com dengan mencantumkan nama serta penjelasan singkat tentang diri Anda. Tulisan akan disebar dalam situs serta kanal-kanal media sosial kami. Tabik! :)